cara menghitung usia kehamilan

Cara Menghitung Usia Kehamilan Dengan Akurat

Saat sudah positif hamil, maka sudah waktunya untuk tahu cara menghitung usia kehamilan dengan akurat, karena dengan begitu anda bisa mengetahui kondisi janin yang sedang dikandung.

Dengan mengetahui berapa usia kehamilan, anda menjadi tahu apa yang harus dilakukan selama fase perkembangan janin agar janin tumbuh dan berkembang dengan baik dari waktu ke waktu sampai tiba saat di mana janin akan lahir.

Ketidaktahuan akan usia kehamilan menyebabkan ibu hamil tidak tahu apa yang mesti dilakukan untuk membuat janin berkembang secara optimal dan lahir sebagai bayi yang sehat.

Ketika tahu berasa usia kehamilan, anda bisa tahu makanan apa yang baik dikonsumsi di trimester pertama dan seterusnya serta pantangan apa yang mesti dihindari pada usia kehamilan tertentu.

Nah untuk itulah artikel kali ini membahas mengenai bagaimana menghitung usia kehamilan dengan akurat yang juga bisa anda jadikan rujukan untuk mengetahui usia kehamilan anda sendiri.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui usia kehamilan, yaitu dengan cara manual seperti hitungan kalender, kalkulator penghitung usia kehamilan, metode fundus uteri dan deteksi gerakan janin serta cara modern dengan Ultrasonografi (USG).

Menghitung Usia Kehamilan Secara Manual

Secara medis, usia kehamilan dihitung dengan minggu, bukan dengan bulan yang sering digunakan oleh masyarakat pada umumnya.

Alasannya, karena dengan menggunakan hitungan minggu, maka perkiraan dokter mengenai perkembangan janin akan lebih akurat.

Umumnya kehamilan akan berlangsung selama 40 minggu (280 hari) yang dihitung dari hari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT).

Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) adalah hari pertama di mana haid atau menstruasi terjadi terakhir kalinya sebelum hamil.

Jadi kalau sudah postif hamil, anda harus ingat tanggal berapa hari pertama haid anda sebelumnya.

Berikut beberapa cara untuk menghitung usia kehamilan dalam minggu secara manual:

1. Hitungan Kalender

Untuk mengetahui berapa usia kehamilan dengan sistem kalender, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui tanggal berapa Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT).

Itulah mengapa selalu ditekankan untuk mencatat tanggal hari pertama haid setiap bulannya.

Karena ini berguna bukan hanya untuk menghitung usia kehamilan, tetapi juga berguna untuk mengetahui masa subur.

Setelah mengetahui tanggal HPHT, berikutnya kita tinggal menghitung usia kehamilan dengan menggunakan rumus Naegele.

JANGAN KHAWATIR! rumusnya gampak kok 🙂

Tinggal HPHT ditambah 7, bulan pada saat haid terakhir dikurangi 3, dan tahunnya ditambah 1.

Jika bulannya tidak bisa dikurangi 3, dalam hal ini bulan januari (1), februari (2) dan maret (3), maka bulannya ditambah dengan 9 tapi tahunnya tidak ditambah 1.

Supaya tidak bingung langsung kita gunakan contoh saja…

Anggap saja Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) anda adalah 20 Desember.

Berarti: tanggal = 20, bulan = 12 dan tahun = 2016.

Maka Hari Perkiraan Lahir (HPL) adalah:

HPL : tanggal (20 + 7) = 27, bulan (12– 3) = 9, tahun (2016 + 1) = 2017

Jadi bayi anda akan lahir sekitar tanggal 27 September 2017.

Tentu tidak akan tepat pada 27 september, biasanya berkisar dalam kurang dari 7 hari atau lebih.

Jadi kemungkinannya bayi anda akan lahir pada tanggal 20 September s/d tanggal 3 Oktober 2017.

Nah bagaimana mengetahui usia kehamilan?

Tentu saja cukup mudah…kita tinggal hitung dari tanggal HPHT.

Karena dalam contoh ini tanggal HPHT adalah 20 Desember, maka tentu saja bulan pertama kehamilan adalah 20 Januri, bulan kedua kehamilan adalah 20 Februari dan begitu seterusnya.

Catatan:

Menghitung usia kehamilan dan hari perkiraan lahir menggunakan hitungan kalender dengan rumus Naegele yang dicontohkan di atas biasanya hanya digunakan untuk wanita yang siklus haid nya teratur setiap 28 atau 30 hari.

2. Kalkulator penghitung usia kehamilan

Jika dengan hitungan kalender di atas yang sebenarnya cukup mudah tapi masih merasa kesulitan, maka mengetahui usia kehamilan dengan Kalkulator Penghitung Usia Kehamilan adalah alternatif lain yang cocok buat anda.

Mengetahui usia kehamilan dengan kalkulator penghitung usia kehamilan ini sangatlah mudah.

Tinggal masukkan tanggal, bulan dan tahun dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) serta lama siklus haid rata-rata anda, maka anda sudah bisa mengetahui usia kehamilan anda, trimester pertama kehamilan, kedua dan ketiga serta Hari Perkiraan Lahir (HPL).

Klik disini untuk menggunakan Kalkulator Penghitung Usia Kehamilan.

3. Metode fundus uteri (puncak rahim)

Cara manual berikutnya yang bisa digunakan untuk mengetahui usia kehamilan dalam minggu adalah dengan mengukur tinggi fundus uteri.

Metode ini didasarkan pada perkembangan janin.

Prinsipnya, fundus uteri (puncak rahim) akan meninggi seiring berkembangnya janin.

Adapun cara menghitung usia kehamilan dalam minggu dengan metode fundus uteri (fundus rahim) adalah dengan meraba puncak rahim yang terasa menonjol di bagian perut.

Jika jarak dari tulang kemaluan sampai puncak rahim sekitar 16 cm, itu artinya usia kehamilan anda sudah memasuki minggu ke-16.

Untuk ibu hamil dengan berat badan normal (nilai IMT berkisar antara 18 – 23), jarak dari tulang kemaluan sampai puncak rahim (fundus uteri) bisa dihitung dengan menggunakan jari.

Setiap naik dua jari, berarti usia kehamilan bertambah 2 minggu.

4. Deteksi gerakan janin

Dengan tiga cara di atas, sebenarnya itu sudah cukup untuk mengetahui berapa usia kehamilan dengan akurat.
Namun tidak ada salahnya jika menghitung usia kehamilan dengan cara deteksi gerakan janin, sebab cara ini sangat mudah meskipun tidak 100% akurat.

Kalau anda merasaka janin mulai bergerak-gerak, itu berarti usia kehamilan sudah memasuki kira-kira minggu ke-18, 19 atau 20.

Yang perlu diingat adalah ini hanya berlaku untuk wanita yang baru pertama kali hamil.

Untuk anda yang sudah pernah hamil, jika gerakan janin seperti itu sudah dirasakan, itu artinya kehamilan sudah memasuki minggu ke-16 sampai minggu ke-18.

Menghitung Usia Kehamilan Secara Modern

Jika dengan keempat cara tersebut anda masih merasa kesulitan, maka cara terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan cara modern, yaitu dengan Ultrasonografi (USG).

Disebut modern karena memang secara medis menghitung usia kehamilan dengan cara USG ini menggunakan alat yang canggih dan hasilnya lebih akurat…mencapai 95%.

Dengan USG hal-hal yang bisa diketahui secara akurat adalah usia kehamilan, kapan janin akan lahir, dan yang tak kalah penting adalah anda bisa melihat gambar janin anda dalam bentuk grafis 3 dimensi, seperti panjang janin, ukuran tengkorak, ginjal, ukuran jantung dsb.

Singkatnya, Ultrasonografi atau USG adalah cara menghitung usia kehamilan yang paling akurat.

Demikian beberapa cara untuk mengetahui usia kehamilan yang dapat anda gunakan untuk menghitung usia kehamilan anda sendiri.

Sehingga anda tahu apa yang mesti dilakukan pada setiap fase perkembangan janin (trimester pertama, kedua dan ketiga) supaya janin anda tumbuh dan berkembang dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *