mitos melahirkan yang tidak benar

5 Mitos Melahirkan yang Tidak Benar yang Anda Perlu Tahu

Saat waktu melahirkan sudah dekat, Anda pasti kewalahan dengan berbagai saran dan cerita dari keluarga dan teman-teman.

Bukan hanya dari yang sudah berpengalaman, tapi juga dari yang belum pernah melahirkan.

Agar tak salah kaprah, pastikan Anda tahu mana fakta yang nyata, dan mana yang hanya isapan jempol atau mitos belaka.

Kelima hal di bawah ini sudah jelas bisa Anda masukkan ke dalam kategori ‘hanya mitos belaka’.

Mitos #1: Melahirkan normal (lewat vagina) lebih menyakitkan daripada operasi caesar

Robert Atlas, MD, ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi di Mercy Medical Center di Baltimore, biasanya menggunakan slogan ini untuk menggambarkan perbedaan antara melahirkan normal dengan melahirkan lewat caesar: “Anda bisa bayar sekarang, atau bayar nanti.”

‘Bayar sekarang’ adalah yang akan terjadi saat Anda melahirkan normal, karena prosesnya menyakitkan, namun penderitaan Anda akan berakhir setelah bayi lahir.

‘Bayar nanti’ adalah proses kelahiran secara caesar, karena prosesnya tidak terasa sakit, berhubung Anda dibius.

Namun, rasa sakit baru akan dirasakan setelah operasi caesar selesai, bahkan terkadang hingga beberapa minggu setelahnya.

Dokter Robert menjelaskan, meskipun beberapa wanita memang pulih dengan baik setelah caesar, perlu diingatkan bahwa proses tersebut adalah operasi besar pada perut dan ada kemungkinan komplikasi.

Mitos #2: Ketuban pasti akan pecah dengan cara yang dramatis

“Orang-orang berpikir ketuban mereka akan pecah seperti yang dialami oleh tokoh-tokoh yang mereka lihat di TV atau film,” kata Sheri Puffer, MD, ob-gyn di Texas Health Arlington Memorial Hospital.

Faktanya adalah, sering kali, ketuban calon ibu bahkan tidak akan pecah dengan sendirinya, dan biasanya dokterlah yang akan memecahkan ketuban dengan alat khusus begitu Anda berada di rumah sakit.

Bahkan, hanya sekitar 10 persen wanita yang mengalami pecah ketuban secara spontan (dan pecah ketuban biasanya terasa lebih seperti tetesan saja, bukan air yang mengalir deras).

Penting untuk diketahui: Jika ketuban Anda pecah, hubungi dokter dan pergilah ke rumah sakit.

Ya, ini berarti Anda akan segera melahirkan, tetapi ini juga berarti Anda berisiko tinggi terkena infeksi, dan itulah yang akan dikhawatirkan oleh dokter.

Mitos #3: Wanita dengan pinggul lebar lebih mudah melahirkan

Ini memang tidak benar-benar salah.

Hanya saja, kita tidak bisa menentukan apakah pinggul seseorang lebar atau tidak, hanya dengan melihatnya.

Beberapa wanita mungkin terlihat memiliki pinggul lebar, padahal faktanya, pangggulnya bisa saja sebenarnya kecil, yang membuat proses melahirkan sulit.

Dokter kandungan Anda adalah satu-satunya yang dapat mengecek panggul Anda untuk menentukan hal itu.

Mitos #4: Bulan purnama bisa memicu melahirkan

Ini terdengar mistis, tetapi yang mengejutkan, mitos ini bahkan beredar dalam komunitas medis, kata Vincenzo Berghella, MD, direktur pengobatan ibu-janin di Departmen Obstetri dan Ginekologi di Thomas Jefferson University Hospital.

“Saya pernah menjalani hari yang sangat sibuk ketika bulan purnama,” katanya.

Namun, pada kenyataannya, itu tidak lebih dari sekadar kebetulan.

“Ketika para peneliti membandingkan hari-hari bulan purnama selama beberapa tahun dengan hari-hari lainnya, tidak ada peningkatan yang signifikan dalam kelahiran.”

Mitos #5: Jika hamil anak kembar, Anda harus menjalani caesar

Jika bayi pertama yang akan dilahirkan berada dalam posisi kepala di atas, tentu tidak akan aman untuk menjalani kelahiran normal.

Namun, sebanyak dua-pertiga bayi kembar, kepala bayi pertama berada di bawah, sehingga kelahiran normal dapat dilakukan.

Jika bayi pertama menunjukkan kepala lebih dulu, melahirkan secara normal sama amannya dengan melahirkan secara caesar.

Namun memang operasi caesar tidak bisa dihindari jika kondisi ibu atau bayi dinilai berisiko untuk menjalani kelahiran normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *