Pengaruh Musik Terhadap Janin, Sebuah Fakta Menarik

pengaruh musik terhadap janinPengaruh musik terhadap janin hingga saat ini masih menjadi simpang siur dikalangan para ahli. Yang masih menjadi tanda tanya besar oleh para ahli adalah, apakah memang benar bahwa musik bisa membuat janin menjadi lebih cerdas atau tidak? Pasalnya, hingga saat ini belum ada satu pun studi atau penelitian yang berhasil membuktikan, bahwa memperdengarkan musik pada janin bisa membuat janin tersebut menjadi lebih cerdas.

Menurut Dr. David Baron, D.O., M.Ed seorang profesor psikiatri dari University of Southern California, Amerika Serikat, bahwa IQ (intelligence quotient) merupakan persoalan yang kompleks.

Itulah alasannya mengapa hingga saat ini belum ada satupun penelitian yang bisa membuktikan, bahwa memperdengarkan musik pada janin bisa merangsang otak janin tersebut sehingga memilik IQ yang lebih tinggi, “ujar beliau”.

Beliau menambahkan, kecerdasan seorang anak (IQ), 60 s/d 80 persennya ditentukan oleh faktor genetik dari kedua orang tuanya.

Selain itu, Dr. Janet A. DiPietro, Ph.d seorang Developmental Psychologist dari Johns Hopkins Unversity, Maryland (dikutip dari babycenter.com), mengatakan: “tidak ada studi tentang efek stimulasi sebelum kelahiran pada intelijen, kreativitas atau pengembangan selanjutnya.”

Nah dari pendapat kedua ahli di atas bisa disimpulkan bahwa:

Pengaruh musik terhadap janin, yaitu membuat janin menjadi lebih cerdas belum bisa dibuktikan.

Jadi, jika ada yang mengatakan bahwa memperdengarkan musik pada janin bisa membuat janin tersebut akan terlahir dengan IQ yang lebih tinggi nantinya — JANGAN PERCAYA!

Karena sejauh ini belum ada satupun penelitian yang bisa membuktikan hal tersebut.

Namun meskipun begitu, fakta menariknya adalah, musik klasik yang tenang, seperti musik karya Mozart atau Beethoven bisa membuat janin menjadi tenang sehingga janin mudah untuk tidur.

Dan karena perkembangan saraf otak berhubungan dengan kualitas tidur yang baik, maka janin yang tidur dalam keadaan tenang karena musik yang diperdengarkan padanya, akan membuat sel saraf otak janin tersebut tumbuh dengan pesat dan hal ini akan meningkatkan kecerdasannya.

Sebagaimana kita ketahui, kecedasaran berhubungan dengan jumlah sel saraf otak yang saling terhubung — sementara jumlah sel saraf yang terhubung terkait dengan jumlah sel saraf itu sendiri.

Sehingga semakin banyak jumlah sel saraf yang diproduksi saat bayi dalam kandungan, maka akan semakin tinggi pula tingkat kecerdasannya kelak.

Berdasarkan pada argumentasi ini, meskipun belum ada penelitian yang berhasil membuktikan bahwa musik bisa membuat janin menjadi lebih cerdas nantinya, namun tidak ada salahnya jika anda memperdengarkan musik pada janin anda.

Tentunya dengan sewajarnya, jangan terlalu sering dan jangan juga terlalu keras.

Volume suara yang dianjurkan untuk diperdengarkan pada janin adalah antara 50 – 65 desibel.

Sebagai catatan untuk anda, memperdengarkan musik pada janin sebaiknya dilakukan pada saat janin berusia sekitar 5 bulan, atau ketika kehamilan memasuki trimester 2.

Alasannya, karena pada saat inilah janin baru mulai bisa merespon suara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *