proses terjadinya pembuahan

Proses Terjadinya Pembuahan, PENTING Diketahui Kalau Ingin Hamil

Pembuahan yang merupakan syarat terjadinya kehamilan diawali dengan bertemunya sel sperma dan sel telur di dalam rahim.

Seperti diketahui, pria menghasilkan jutaan sperma secara terus menerus, dan memproduksi lebih kurang 350 juta sel sperma saat ejakulasi.

Tapi dari 350 juta tersebut, paling tidak hanya ada 1 sel sperma saja yang akan berhasil membuahi sel telur.

Nah penasaran bagaimana proses pembuahan ini terjadi?

Yuk simak ulasannya berikut ini…

Saat ejakulasi, pria mengeluarkan cairan mani yang mana di dalamnya terdapat jutaan sel sperma (sekitar 350 juta sel sperma)… Cairan ini menempuh perjalanan panjang sebelum akhirnya bertemu dengan sel telur.

Dalam perjalanannya, jutaan sel sperma berlomba untuk menjadi yang pertama bertemu dengan sel telur setelah menempuh perjalanan sekitar 18 cm dari leher rahim ke tuba fallopi.

Sel telur yang pertama mencapai sel telur, akan berusaha untuk menembus cangkang sel telur supaya dapat membuahinya.

Mungkin Bunda berpikir, itukan hanya 18 cm, apanya yang susah?

…Disitulah perjuangannya!

Pasalnya sperma ini bergerak SANGAT LAMBAT, betapa tidak, untuk menempuh jarak sejauh 2,5 cm saja, umumnya sperma membutuhkan waku 15 menit… Jadi untuk menempuh jarak sejauh 18 cm, sel sperma butuh waktu 1 jam 48 menit.

Tunggu dulu, itu secara teori, dalam kenyataannya, untuk mencapai tujuan, kebanyakan sperma menghabiskan waktu setengah hari… Adapun sperma tercepat butuh waktu 45 menit untuk mencapai sel telur.

Selain itu, pembuahan haruslah terjadi paling lambat 24 jam terhitung sejak sel telur diproduksi, dan karena alasan inilah maka mengetahui masa subur wanita sangat penting.

Karena kalau tidak, bisa jadi pasangan suami istri berhubungan setelah 24 jam sel telur dilepaskan, dalam keadaan seperti ini, tentu saja pembuahan gagal terjadi dan tidak akan ada kehamilan.

Lanjut…

Ketika 1 dari jutaan sel sperma berhasil menembus cangkah sel telur, maka sel telur berubah bentuk.

Berikutnya yang terjadi adalah sel telur akan membentuk lapisan, lapisan ini berfungsi untuk menghalangi sperma lain supaya tidak bisa menembus masuk… Nah semua proses di atas, itulah yang disebut dengan proses pembuahan.

Pertanyaannya…

Tapi bagaimana kalau setelah sperma menempuh perjalanan sejauh 18 cm dan ternyata di sana tidak ada sel telur?

Tentu saja tidak akan terjadi pembuahan!

Pun begitu, jutaan sel sperma tersebut masih bisa bertahan hidup di tuba fallopi selama lebih kurang 7 hari, dihitung sejak hubungan intim selesai dilakukan.

Dan kalau ternyata pada hari ke-7 terjadi ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium), maka ada kemungkinan masih bisa terjadi pembuahan.

Kesimpulan dari artikel ini adalah…

Kalau sampai saat ini Bunda masih belum bisa hamil, maka sudah ketemu jawabannya, setelah 24 jam sejak ovulasi terjadi Bunda belum juga berhubungan, atau setelah 7 hari hubungan intim dilakukan, ovulasi belum juga terjadi.

…Solusinya adalah ketahui kapan masa subur Bunda, caranya silahkan lihat disini.

Karena dengan mengetahui masa subur, maka Bunda akan tahu kapan ovulasi ini terjadi, dengan begini maka hubungan intim yang dilakukan bisa menghasilkan pembuahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.