Wanita Kurus Sulit Hamil, Benarkah?

wanita kurus sulit hamilBerita seputar wanita kurus sulit hamil mungkin jarang anda dengar. Karena selama ini kita hanya sering mendengar bahwa hanya wanita gemuklah yang umunya sulit untuk hamil, sementara wanita kurus tidak memiliki masalah dengan kesulitan untuk hamil. Namun benarkah begitu? Benarkah anggapan yang menyatakan bahwa hanya wanita gemuklah yang sulit hamil sementara wanita kurus tidak memiliki masalah dengan kehamilan?

Jawabannya adalah TIDAK BENAR!

Ya, TIDAK BENAR anggapan yang menyatakan bahwa hanya wanita gemuklah yang sulit hamil, sementara wanita berbadan kurus tidak memiliki masalah dengan kehamilan.

Yang benar adalah, wanita kurus juga memiliki tingkat kesulitan hamil yang tidak lebih kecil dari tingkat kesulitan hamil bagi wanita yang berbadan gemuk (obesitas).

Alasan dibalik pernyataan bahwa wanita kurus sulit hamil bukan asal.

Pasalnya, beberapa penelitian yang telah dilakukan yang meneliti hubungan antara wanita berbadan kurus dan tingkat kehamilan telah mengkonfimasi kebenaran dari pernyataan ini.

Bahwa wanita yang berbadan kurus memang SULIT HAMIL!

Salah satu penelitian yang telah dilakukan yang meneliti hubungan antara badan yang kurus dengan tingkat kehamilan adalah penelitian yang dilakukan oleh Dr.Richard Sehrbahn, MD seorang Spesialis Kesuburan dari Chicago, AS.

Di mana dari penelitian yang dilakukannya, beliau kemudian memberikan pernyataan seperti ini:

“Orang-orang umumnya sering mengabaikan bahaya dari badan yang sangat kurus. Padahal berdasarkan dari apa yang aku dapatkan dari hasil penelitianku, wanita yang sangat kurus justru lebih sulit hamil dari pada wanita yang gemuk.”

Seperti itulah kira-kira yang disampaikan oleh Dr.Richard Sehrbahn, MD setelah melakukan penelitian terkait hal wanita kurus sulit hamil selama lebih kurang 8 tahun.

Dalam kurun waktu 8 tahun tersebut, Doktor Spesialis Kesuburan yang melakukan praktek di Advanced Fertility Center of Chicago ini, telah menangani tidak kurang dari 2500 program sesi bayi tabung — di mana para wanita yang menjadi pasiennya yang sekitar 2500 orang itu dibagi ke dalam 3 kelompok berdasarkan berat badannya masing-masing, yaitu: normal, sangat kurus dan gemuk.

Hasilnya, 50% wanita di kelompok berat badan normal berhasil memiliki bayi, disusul dengan 45% wanita di kelompok wanita gemuk (obesitas) juga berhasil memiliki bayi.

Namun hasil yang cukup kontras didapatkan pada wanita di kelompok wanita yang sangat kurus, yakni tingkat kehamilannya hanya mencapai angka 34%.

Wanita yang dikategorikan sangat kurus di penelitian Dr.Richard Sehrbahn ini adalah wanita yang memiliki Indeks Massa Tubuh dikisaran 14 – 18.

Menurutnya, kesulitan hamil yang dialami oleh wanita yang sangat kurus, disebabkan oleh kurangnya kadar hormon estrogen secara alami pada wanita yang sangat kurus.

Namun sebenarnya ini bukan masalah, karena kelompok wanita sangat kurus di peneltian ini diberikan hormon estrogen, sehingga rendahnya tingkat keberhasilan kehamilan wanita di kelompok ini bukan lagi disebabkan oleh karena kurangnya hormon estrogen pada wanita kurus yang terjadi secara alami, melainkan oleh sebab lain.

Lebih jauh, wanita di kelompok wanita sangat kurus ini juga ternyata menghasilkan jumlah sel telur yang sama dengan wanita di kelompok berat badan normal dan gemuk (obesitas).

Sehingga Sehrbahn kemudian mengambil kesimpulan, bahwa masalah pada rendahnya tingkat keberhasilan kehamilan wanita di kelompok berat badan sangat kurus bukan hanya disebabkan oleh karena rendahnya hormon estrogen, melainkan disebabkan oleh hal lain juga.

Sehrbahn kemudian menemukan, bahwa masalahnya terdapat pada sulitnya embrio menempel ke rahim wanita yang memiliki berat badan terlalu kurus.

Inilah penyebab yang ditemukan oleh Sehrbahn berdasarkan dari hasil penelitiannya yang menyebabkan wanita kurus sulit hamil.

Gagalnya embrio menempel ke rahim menurut beliau, mungkin disebabkan karena proses evolusi.

Tubuh seolah mengatakan, bahwa jika berat badan wanita sangat kurus, itu artinya tidak ada cukup makanan, yang berarti juga tidak ada cukup gizi yang tersedia, sehingga ini bukanlah saat yang tepat untuk bereproduksi, dan selain itu juga karena uterus tidak berada dalam keadaan optimalnya.

Beliau lebih jauh menambahkan, umumnya wanita tidak menyadari bahwa tubuh yang sangat kurus (Indeks Massa Tubuh 14 – 18) bisa memberikan dampak buruk pada kesuburannya. Mereka (umumnya para gadis muda) justru berpikir, bahwa tubuh yang kurus adalah tubuh yang ideal, padahal mereka tidak menyadari resiko dibalik itu, yaitu bisa menurunkan tingkat kesuburannya sendiri, “imbuhnya”.

Untuk itulah, Dr.Richard Sehrbahn, MD dengan keahliannya sebagai Doktor Spesialis Kesuburan ini menyarankan pada setiap wanita yang sudah menikah dan ingin segera memiliki momongan untuk segera menaikkan berat badannya minimal mendekati ideal.

Atau tepatnya menaikkan berat badannya hingga Inkeds Massa Tubuhnya mencapai minimal 19.

Anda bisa menggunakan Kalkulator Penghitung Indeks Massa Tubuh untuk mengecek berapa sebenarnya nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) anda.

Jika memang berta badan anda nilai IMT nya kurang dari 19, maka konsumsilah gizi yang tepat yang bisa menaikkan berat badan anda hingga mencapai ideal (nilai IMT minimal 19).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *