Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Skip to main content
apakah setiap kuguguran harus dikuret

Apakah Setiap Kuguguran Harus Dikuret? Ini Jawabannya…

Keguguran adalah kematian secara spontan pada janin sebelum janin tersebut memasuki minggu ke-20.

Keguguran dapat terjadi karena beberapa hal, yaitu: ibu hamil memiliki berat badan terlalu gemuk, usia dari ibu hamil yang terlampau muda atau justru terlalu tua, kelainan kromosom pada janin (dampaknya janin berhenti tumbuh), adanya infeksi dan terpapar racun.

Apapun penyebabnya, yang jelas keguguran bisa terjadi pada semua wanita, dan selain menyakitkan, tentu saja dapat mengakibatkan terjadinya pendarahan yang luar biasa.

Secara umum, keguguran terbagi dua, yaitu keguguran dengan kuretase (kuret) dan tanpa kuretase.

Biasanya, ibu hamil tidak menyadari bahwa ia sedang mengalami keguguran, ini karena banyak wanita yang tidak tahu apa saja tanda bahwa keguguran telah terjadi.

Untuk itu berikut kami berikan tanda-tanda keguguran yang perlu Bunda ketahui…

  • pendarahan pada Mrs V
  • nyeri pada perut (rasanya seperti kram)
  • nyeri pada punggung bagian bawah
  • demam
  • tubuh terasa lemas
  • muncul flek (bercak darah) atau keluar jaringan dari Mrs V

Kalau Bunda merasakan salah satu dari hal-hal di atas, maka mungkin saja itu keguguran, dan sebaiknya periksa ke dokter untuk memastikan.

Pertanyaannya, “Apakah Setiap Keguguran Harus Dikuret”?

Kuretase atau biasa disebut kuret saja adalah proses pembersihan isi kandungan di dalam rahim.

Kuretase dan kuret sebenarnya memiliki makna yang berbeda, kuretase adalah prosedurnya, sementara kuret adalah alat yang digunakan untuk melakukan proses kuretase.

Tapi karena umumnya masyarakat hanya mengenal kuret, maka kita anggap saja kuret sama dengan kuretase di artikel ini.

Jadi kalau disebut kuret maka yang dimaksud adalah prosedurnya, yaitu kuretase.

Menjawab pertanyaan di atas, bahwa apakah mesti dilakukan kuret pada setiap kasus keguguran?

Jawabannya: TIDAK! sebab menurut data, sekitar 50% kasus keguguran tidak perlu menjalani kuret.

Lantas kapan kuret harus dilakukan?

Kuret perlu dan harus dilakukan bilamana sisa jaringan dari janin yang keguguran dan plasenta tertinggal di dalam rahim… dan selain itu, kuret juga dapat mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan.

Kasus keguguran dan dikuret ini umumnya terjadi pada kehamilan dengan usia kandungan di atas 10 minggu, di mana dalam kondisi demikian, jaringan tidak bisa keluar dengan sendirinya.

Dalam kondisi sebaliknya, yaitu keguguran yang terjadi pada usia kandungan di bawah 10 minggu, secara umum, biasanya jaringan janin serta plasenta nya keluar secara alami dari rahim… dalam kondisi seperti ini maka kuret tidak diperlukan.

Pun demikian, jika memang dirasa perlu, dokter akan memberikan obat-obatan yang dapat membantu proses alami keluarnya sisa jaringan janin dan plasenta ini, sehingga tindakan kuretase tidak diperlukan.

Nah berdasarkan penjelasan di atas, Bunda tentu sudah paham kapan keguguran mesti dikuret dan kapan tidak.

Jadi jawaban dari pertanyaan di atas, apakah kuret harus dilakukan pada setiap kasus keguguran?

Jawabannya: tidak harus… tergantung dari kondisi kegugurannya sebagaimana yang sudah dijelaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.